Perbedaan Haji dan Umroh Beserta Pengertiannya

Perbedaan Haji dan Umroh
Ka'bah

Alasan lain untuk menganggap ziarah sebagai sunnah adalah bahwa ziarah adalah nask (ibadah) yang pelaksanaannya tidak diatur waktunya, sehingga tidak wajib sebagai tawaf mujahrā. Disebut sunnah jika ziarah dilakukan untuk kedua kalinya dan seterusnya, dan bukan karena sumpah. Misalnya, tahun ini Anda telah melakukan ziarah wajib pertama. Karena itu, jika Anda ingin dan Anda mampu secara finansial tahun berikutnya, Anda dapat berpartisipasi dalam ziarah lain, tetapi jika Anda tidak melakukannya, tidak masalah. Disebut wajib jika haji pertama kali dilakukan, yang disebut Umratul Islam. Setelah memahami makna umrah, diskusikan kebajikannya. Beberapa hadis otentik menyebutkan kebajikan dan penghargaan umrah, yang menyebabkan banyak orang mencoba untuk bergegas ke sana.

Pendapat wajib adalah Imam Syafi’i dan Imam Hambali. Bahkan sekarang, tidak jarang bagi orang untuk memilih umrah Travel Umroh Pekanbaru hanya karena bertahun-tahun haji, dengan asumsi bahwa umroh ini identik dengan haji kecil. Meski sama-sama memiliki status hukum mereka sendiri dalam Islam dan tidak bisa berasimilasi.

Jadi, dalam kondisi tertentu di mana bahan dan fisiknya memadai, ziarah dapat dilakukan terlebih dahulu. Tetapi jika dana terbatas dan Anda hanya dapat memilih satu di antara haji dan umrah, maka pilih haji, bahkan jika Anda harus menunggu selama bertahun-tahun. Umrah atau Haji, mana yang harus diprioritaskan? Dari pembahasan di atas, haji adalah wajib, sedangkan umrah adalah sunnah.

Dalam hukum Umrah, para ulama memiliki dua pendapat yang berbeda. Beberapa mengklaim bahwa sunah menyerupai Imam Abu Hanifah, Imam Malik, kisah Ibnu Mas’ud dan pendapat yang dipilih oleh Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyah. Namun, hukum ibadah yang paling kuat adalah wajib karena didasarkan pada argumen Quran dan hadis.

Umrah dapat memiliki prioritas tergantung pada kondisi Anda. Jika Anda mampu secara fisik dan fisik, Anda dapat pergi ke umrah terlebih dahulu sambil menunggu jadwal haji Anda.

semua kehidupan harus melakukan ziarah sekali bagi mereka yang bisa, karena menurut pendapat kedua imam, hukum itu wajib. Dan menurut Imam Abu Hanifah Rah. Setidaknya pernah melakukan ziarah sunnah muakkadah. Hormati kondisi yang tercantum dalam Alquran atau Sunnah – Sunnah Nabi. Sementara haji hanya dapat dipraktekkan sekali dalam seumur hidup, tidak seperti Umrah, itu dapat dilakukan berkali-kali dan terserah Anda untuk memilih kapan saja.

Bagi pria, lebih baik mencukur sampai botak, tetapi jika tidak botak, itu tidak masalah. Berkenaan dengan prosedur untuk wanita, Umrah hanya memiliki pencukuran yang dangkal. Salah satu dari pilihan ritual ini dibuat setiap kali melalui pilar Batu Hitam dan Yamani, dari belokan pertama ke ketujuh. Jika Anda tidak dapat mencium batu hitam dan pilar Yamani karena alasan keamanan karena banyaknya peziarah yang umroh, Anda dapat memilih istilam dengan tangan atau benda Anda, atau hanya dengan melambaikan tangan atau benda yang kami tenons.

Dalam prosedur umrah, lakukan hanya ihram dan niat, tawaf, sai dan tahallul. Artinya, jika sudah selesai, lakukan itu dengan memotong rambut Anda atau mencukur rambut botak. Dalam prosedur Umrah, jemaah haji melakukan beberapa ritual ibadah di kota Mekah, termasuk Masjid Agung.

Selengkapnya di : https://www.annajwatour.com