Makna Kebersihan dan Kesehatan dalam Islam

Islam mengatur umatnya untuk senantiasa menjaga kebersihan. Bahkan, kebersihan itu sendiri sangat diperhatikan, terutama dalam hal ibadah. Sebelum melaksanakan ibadah, dianjurkan untuk mandi dan berwudhu terlebih dahulu.

Rasulullah shallallahu ‘alai wa sallan sendiri telah mengajarkan umat muslim untuk menjaga kebersihan diri dan kebersihan lingkungan sekitar. Beliau juga menjelaskan tentang menjaga kebersihan ini dalam beberapa hadits berikut ini.

Hadits tentang Kebersihan dan Kesehatan

الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ

Artinya: “Bersuci (thaharah) itu sebagian dari iman.” (HR. Ahmad, Muslim dan Tirmidzi).

Selain itu, ada pula hadits tentang kebersihan yang diiriwayatkan oleh Tirmizi. Berikut bunyi haditsnya:

عَنْ سَعْدِبْنِ اَبِى وَقَّاصٍ عَنْ اَبِيْهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِنَّ اللهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ نَظِيْفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ كَرِيْمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ جَوَادٌيُحِبُّ الْجَوَادَفَنَظِّفُوْااَفْنَيْتَكُمْ

Artinya: “Dari Rasulullah SAW: “Sesungguhnya Allah SWT yang suci menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu.” (HR. Trimidzi).

Allah SWT sangat menyukai tempat-tempat yang bersih, oleh karena itu kebersihan harus selalu dijaga. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah saW bersabda:

الْفِطْرَةُ خَمْسٌ (أَوْ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ) الْخِتَانُ، وَالاِسْتِحْدَادُ، وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ،وَنَتْفُ الإِبِطِ، وَقَصّ الشّارِبِ.

Artinya: “Ada 5 macam fitrah, yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Saat akan melaksanakan ibadah seperti sholat, alangkah baiknya untuk membersihkan diri terlebih dahulu, seperti pada penjelasan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda:

وْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي أَوْ عَلَى النَّاسِ لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلَاةٍ

Artinya: “Jika aku tidak menjadikan berat umatku, maka sungguh aku perintahkan bersiwak (menggosok gigi) setiap hendak sholat.” (HR. Bukhari).

لسِّوَاكَ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِّ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

Artinya: “Bersiwak itu akan membuat mulut bersih dan diridhoi Allah SWT (HR. An Nasa’I dan Ahmad).

Makna Kebersihan dan Kesehatan dalam Islam

Di masa pandemi seperti sekarang ini, masyarakat harus senantiasa menjaga kebersihan yakni dengan rajin mencuci tangan. Ya, jika dilihat lagi bahwa dengan menjaga kebersihan hal ini sangat berkaitan dengan kesehatan diri sendiri. Seperti yang diketahui, ada banyak penyakit yang diakibatkan karena kurang menjaga kesehatan.

Ada dua terminology yang cukup populer di dalam khasanah Islam, yaitu Ash Shihah dan Al Afiat. Makna Ash Shihat menurut ulama ialah bentuk kesehatan seperti raga atau jasmani. Sementara, makna dari Al Afiat ialah bentuk kesehatan seperti jiwa atau rohani. Sudah sejak lama Islam menjelaskan tentang konsep pentingnya menjaga kesehatan secara lahiriyah dan batiniyah.

Akan tetapi, sepertinya masyarakat masih acuh dengan konsep tersebut. Tak sedikit dari mereka yang tidak memperhatikan kebersihan sehingga berdampak pada kesehatan. Tumpukan sampah yang menggunung, rumah yang dibiarkan kotor dan tidak menjaga kebersihan merupakan salah satu bentuk ketidak pedulian manusia terhadap kebersihan.

Di masa pandemi seperti sekarang ini, kebersihan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Terlebih seperti rajin cuci tangan, langsung mandi setelah beraktivitas di luar dan masih banyak lagi. Untuk pembahasan lengkapnya mengenai hal ini silahkan kunjungi https://www.dakwahdaily.com.

Tentunya, untuk bisa hidup bersih dan sehat haruslah dimulai dari diri sendiri. Mulai dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak meludah sembarangan, membersihkan rumah serta tempat ibadah dan lain sebagainya. Hal itu karena kebersihan sebagian dari iman dan Allah SWT senantiasa mencintai umatnya yang selalu menjaga kebersihan.