Ekspor Cangkang Sawit Semakin Meningkat

Ekspor Cangkang Sawit Semakin Meningkat
Ekspor Cangkang Sawit Semakin Meningkat

Ekspor cangkang sawit dari Bengkulu meningkat drastis. Padahal, sejak Januari hingga Oktober 2019, nilai ekspor sekam inti sawit mencapai US $ 7,0979, meningkat dibandingkan Januari-Oktober 2018 yang tercatat US $ 3,1831. Peningkatan ini disebabkan tingginya permintaan dari berbagai negara, seperti Spanyol, Jepang, Filipina, dan India.

Kepala UPT Balai Karantina Pertanian Kelas I Bengkulu, Mochamad Ischaq SP MSi menjelaskan, sekam kelapa sawit merupakan salah satu sumber energi alternatif yang berkelanjutan dari kelapa sawit. Dibandingkan fosil, energi dari cangkang sawit atau Palm Kernel Shell (PKS) sangat ramah lingkungan dan termurah. Dengan segala kelebihan yang dimilikinya, setelah memenuhi kebutuhan nasional, cangkang sawit kini diminati oleh pasar global.

Ia menambahkan, kulit inti sawit merupakan sumber bioenergi yang memiliki nilai kalori tinggi (4200 Kal / Kg) dan kandungan sulfur yang sangat rendah. Selain mengurangi emisi karbon, penggunaan cangkang sawit Palm Kernel Shell Supplier sebagai bahan bakar dinilai lebih menguntungkan. “Tidak perlu diragukan lagi ketersediaan cangkang sawit, mengingat luas areal perkebunan sawit di Bengkulu masih sangat luas,” kata Ischaq.

Ia menuturkan, Bengkulu sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia tersebar hampir di setiap kabupaten. Selain itu, Kementerian Pertanian melalui seluruh direktorat teknis juga terus mendorong produktivitas, agar produk ini menjadi produk daerah unggulan. “Kami adalah produsen minyak sawit terbesar, sehingga produk sampingan seperti cangkang sawit merupakan salah satu komoditas andalan daerah,” kata Ischaq.

Selanjutnya produk turunan kelapa sawit juga diekspor berupa RBD palm olein, RBD palm stearin, RBD palm kernel oil dan RBD coconut oil melalui pelabuhan Teluk Bayur menuju Rusia, Aljazair dan Turki. “Secara kualitas, Bengkulu kelapa dan kelapa sawitnya terbaik dan diakui pasar dunia. Hal ini menjadikan Bengkulu sebagai penghasil kelapa sawit,” pungkasnya.