Ciri-Ciri Kucing Demam, Ketahui Segera Dan Tangani Dengan Tepat!

Ciri-Ciri Kucing Demam
Ciri-Ciri Kucing Demam

Ciri-ciri kucing demam demam selain menyerang tubuh manusia, ternyata juga menyerang tubuh kucing yang mungil dan menggemaskan. Kucing yang terserang demam haruslah segera ditangani dengan penanganan yang tepat agar kembali sehat seperti sedia kala. Karena, apabila penanganan yang dilakukan keliru, bisa saja berakibat fatal seperti menyebabkan kematian.

Ciri-Ciri Kucing Demam
Ciri-Ciri Kucing Demam

Namun, sebelum melakukan penanganan tersebut, sebagai pemilik kucing, Anda harus tahu ciri-ciri dari kucing demam. Berikut tanda-tandanya! Tapi sebelum membahans tanda – tanda tersebut, bagi yang butuh informasi lebih banyak seputar kunci bisa kunjungi situsĀ https://kucing.co.id.

Tidak Aktif Seperti Biasa

Seperti halnya yang terjadi manusia, ketika demam, kucing menjadi lebih pendiam atau tidak bersemangat. Meskipun Anda mengajaknya bermain dengan mainan kesukaannya, kucing milik Anda tidak akan tertarik dan diam di tempatnya. Ketika Anda mengetahui hal tersebut terjadi pada kucing peliharaan kesayangan, Anda harus segera membawanya ke klinik hewan terdekat agar segera mendapatkan penanganan yang tepat. Karena setelah memperoleh penanganan yang tepat, kucing Anda akan bertingkah aktif kembali seperti biasanya.

Tubuh Kucing Panas

Tanda yang paling mudah diketahui ketika kucing sedang demam, suhu tubuhnya akan naik melebihi batas normal. Pada kondisi normal, suhu tubuh kucing sekitar 36 hingga 39 derajat Celsius, sehingga dapat dipastikan jika suhu tubuhnya lebih dari 39 derajat Celsius, kucing Anda sedang demam. Untuk mengatasi hal ini, Anda dapat memberikan banyak air putih dan juga obat demam khusus kucing. Apabila demamnya masih berlanjut, Anda bisa mengonsultasikannya dengan dokter hewan.

Bau Mulut Tidak Sedap

Ketika demam, biasanya kucing menjadi tidak suka makan dan minum. Jika hal ini terus terjadi, selain membuat kondisi kucing menjadi lemah, juga akan membuat mulut kucing menjadi lebih bau. Sebab, mulut kucing cenderung lebih sering kering meskipun kucing kerap minum. Saat menemukan kucing peliharaan Anda mulutnya menjadi lebih bau, Anda harus segera membawanya ke klinik hewan. Karena mungkin saja kucing Anda mengalami masalah kesehatan lainnya selain mengalami demam.

Bulu Menjadi Rontok

Bulu kucing yang mudah rontok juga merupakan salah satu ciri-ciri kucing demam. Hal ini dikarenakan tubuh kucing yang sedang demam menjadi lebih rentan dengan beberapa penyakit yang mungkin menyerang. Untuk menangani masalah ini, selain bisa membawa kucing Anda langsung ke dokter hewan, Anda juga bisa memberikan multivitamin khusus kucing yang sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter hewan,

Mengeluarkan Cairan Dari Telinga

Selayaknya manusia, ketika demam tubuh kucing juga akan lebih banyak memproduksi cairan yang mana berfungsi untuk mengeluarkan virus dalam tubuhnya. Jika kucing peliharaan Anda mengeluarkan cairan dari telinganya dan disertai dengan bau yang tidak sedap, Anda harus segera membawa si kucing ke klinik hewan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Karena dikhawatirkan selain menderita demam, bisa saja kucing Anda sedang terserang penyakit serius lain.

Lebih Sering Minum

Saat terserang demam, biasanya tenggorokan menjadi lebih mudah kering dan merasa haus. Hal itu pula yang di alami oleh kucing ketika sedang demam. Oleh karena itu, ketika kucing Anda lebih sering minum dari biasanya, Anda harus segera mencurigainya dan memeriksakannya. Apabila kucing Anda ternyata tidak terserang demam, bisa saja kucing Anda sedang mengalami dehidrasi parah yang mana sangat membutuhkan penanganan yang sesuai.

Nah, dengan mengetahui beberapa ciri-ciri kucing demam di atas, Anda bisa segera memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi tubuh kucing. Seperti memberikan air putih, suplemen vitamin B, dan membawanya ke dokter hewan. Dengan begitu, kucing Anda akan kembali sembuh dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan oleh pemilik, seperti demam yang berkelanjutan, bahkan yang paling parah dapat menimbulkan kematian. Yang mana tentunya membuat Anda sebagai pemilik kucing merasa sedih.